PENDIDIKAN KARAKTER MENCEGAH KENAKALAN REMAJA DI INDONESIA
Kenakalan remaja di Indonesia semakin
meningkat setiap tahunnya dan hal
tersebut perlu menjadi perhatian dan penanganan yang serius karena akan
berdampak buruk terhadap psikologi atau perkembangan moralnya dimasa yang akan
datang. Pendidikan karakter perlu
dibekali dari keluarga sejak usia dini atau di usia remaja agar mereka mengerti
akan hal baik dan yang buruk yang tidak boleh dilakukan di lingkungannya. Jika remaja
tidak dibekali pendidikan karakter akan timbul kenakalan remaja seperti
tawuran, terjerat narkoba, depresi, seks
bebas, kekerasan, pembullyan dan bahkan Pembunuhan.
Komisi perlindungan Anak (KPAI) mencatat
kasus tawuran di Indonesia meningkat 1,1
persen di sepanjang 2018, Komisioner
Bidang Pendidikan KPAI Retno Listiyarti mengatakan, pada tahun lalu, angka kasus tawuran hanya 12,9 persen, tapi
tahun ini menjadi 14 persen. Selain itu berdasarkan data KPAI, Kasus anak
berhadapan dengan hukum menduduki urutan pertama, yaitu 1.434 kasus . Dan Indonesia
juga akhir- akhir ini dihebohkan dengan
kasus remaja membunuh seorang balita di sawah besar(Jakarta), bentuk kenakalan
remaja lainnya adalah seorang murid yang membully gurunya saat proses mengajar
yang terjadi di SMP Jawa Timur, kejadian
ironis tersebut disebabkan karena kurangnya pendidikan karakter atau etika yang
dibekali keluarga, mudahnya mengakses dan menonton konten negatif dari media social dan pengaruh
lingkungan sosial atau bermain yang buruk.
jika sudah membaca jumlah kasus kenakalan remaja di Negara kita yang semakin
meningkat, kita jadi ingin tau apa saja
penyebab kenakalan remaja tersebut dan bagaimana solusinya supaya kita bisa menurunkan
dan mencegah kenalakan remaja di Indonesia
?
Hal ini adalah pemaparann penyebab
kenakalan remaja dan terbagi dalam 3 kategori,
yaitu:
1. Keluarga
Keluarga
memiliki peran penting mendidik moral dan karakter anak, kurangnya kasih
sayang, perhatian, kekerasan orang tua kepada anak dan orang tua yang salah
asuh juga dapat menyebabkan penyimpangan social terhadap anak. Selain itu, anak
yang broken home juga lebih rentan berada pada situasi ini. Kesalahan
pola asuh orangtua kepada anak misalnya seperti di atas , bahkan ada yang
menganggap anak adalah "barang cetak" atau "bullying"
sehingga tak memahami kondisi emosional dan psikologis anak. Hal
ini tentu membuat anak tersudutkan dan terpinggirkan.
Bagi
seorang anak remaja berusia 15 tahun adalah masa krisis. Masa akil balik
yang mencari identitas dirinya. Apabila tidak ditangani dengan baik maka
anak itu akan melakukan hal-hal yang di luar nalar kita sebagai orang normal.
2. Lingkungan
Penyebab
kenakalan remaja yang tak kalah krusial adalah faktor lingkungan, terutama
menyangkut pergaulan anak. Beberapa faktor lingkungan yang berkontribusi
menciptakan kenakalan remaja adalah bergaul dengan kelompok kriminal (misalnya
geng motor), pecandu alkohol dan narkoba,lingkungan yang sering melakukan
pencurian, kekerasan dan lingkungan yang banyak pengangguran dapat menyebabkan
remaja mencontoh tindakan negatif tersebut dan tidak baik bagi perkembangan psikologisnya .
3. Faktor lainnya
Penyebab
kenakalan remaja bisa datang dari mana saja di luar dua faktor utama di atas. Yang dimaksud dengan
faktor lainnya di sini, misalnya di era digital, anak-anak mudah mengakses
informasi dari media social, misalnya video kekerasan, pelecehan, pornografi
dan berbagai konten negative lainnya sehingga mereka bisa mencontoh perilaku
tersebut.
Maka
dari itu peran kita sebagai orang tua atau keluarga sangatlah penting mendidik
karakter dan etika dengan baik dari sejak usia dini, memberikan kasih sayang,
kepedulian dan selalu berkata yang baik, memberikan motivasi kepada anak, dan
selalu memberikan edukasi untuk selektif memilih lingkungan pertemanan yang
baik. Yang tidak kalah pentingnya adalah memberikan edukasi untuk selalu
selektif dan berhati-hati mengakses media sosial sehingga tidak meniru atau
mengakses konten negatif yang dapat menimbulkan perilaku penyimpangan social.
Semoga
bagi teman-teman yang membaca dapat menambah wawasannya dan sebarkan informasi
ini kepada teman, keluarga atau masyarakat agar kenakalan remaja dapat dicegah
di Negara kita tercinta. terimakasih



Komentar